Rabu, 29 Juni 2011

”Bacterial Computers” untuk Menuntaskan Permasalahan Matematika yang Rumit


bacterical computers

Para peneliti Amerika Serikat telah menciptakan ‘bacterial computers’ yang berpotensi untuk menuntaskan permasalahan matematika yang rumit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mengkomputerkan sel – sel hidup sangatlah  mungkin, dengan membuka pintu sejumlah aplikasi. Generasi kedua bacterial computersmengilustrasikan kemnungkinan perluasan pendekatan hingga  tantangan permasalahan matematika secara komputerisasi.
Sebuah tim peneliti yang terdiri dari empat anggota fakultas dan 15 mahasiswa S-1 dari departemen biologi dan matematika di Universitas Missouri Western State di Kampus Missouri dan Davidson di North Carolina, Amerika merekayasa DNA bakteri Escherichia coli, menciptakan bacterial computers yang mampu memecahkan permasalahan matematika klasik yang dikenal sebagai Hamiltonian Path Problem.
Para penliti mengembangkan pekerjaan sebelumnya yang dipublikasikan tahun lalu pada jurnal sama untuk menghasilkanbacterial computers yang dapat memecahkan Burnt Pancake Problem.
Hamiltonian Path Problem menanyakan apakah ada sebuah jalan pada suatu jaringan dari simpul awal hingga simpul akhir, menghampiri tiap simpul sesekali. Para peneliti fakultas dan mahasiswa  memodifikasi untaian genetic dari bakteri yang memudahkan mereka untuk menemukan jalur Hamiltonian pada suatu grafik simpul tiga. Bakteri yang secara sukses memecahkan suatu permasalahan menunjukan keberhasilan mereka dengan cara memendarkan kedua warna merah dan hijau, menghasilkan pada koloni warna kuning.
Sintetis biologi adalah penggunaan beberapa teknik molekular biologi, prinsip – prinsip rekayasa, dan  pemodelan matematikal untuk mendesain dan mengkonstruksi sirkuit genetik yang memudahkan  sel – sel hidup untuk membawa fungsi yang bagus. “Peneliti kami mengkontribusikan lebih dari 60 bagian  kepada Registry of Standard Biological Parts, yang tersedia bagi penggunaan oleh komunitas sintetis biologi, termasuk protein terbaru fluorescent warna merah yang terbelah dan gen protein fluorescent warna hijau,” kata Jordan Baumgardner, lulusan baru – baru ini dari Missouri Western dan penulis pertama dari makalah penelitian ini. “Penelitian ini menyediakan tidak hanya contoh lain tentang bagaimana hebatnya dan dinamisnya sintetis biologi. Kita menggunakan sintetis biologi untuk memcahkan persoalan matematikal; yang lainnya menemukan beberapa aplikasi di bidang medis, energi dan lingkungan. Sintetis biologi mempunyai potensi besar dalam kehidupan ini.”
Berdasarkan Dr. Eckdahl, penulis yang sama pada artikel ini, sintetis biologi memberikan kesempatan baru bagi sarjana pelatihan penelitian multidisiplin. “Kita telah menemukan bahwa sintetis biologimerupakan suatu cara yang baik untuk melibatkan mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan biologi dan matematika. Para mahasiswa kami belajar dari tangan pertama  mengenai nilai jalur disiplin tradisional yang bersebrangan.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar